Thursday, January 19, 2017

Penpals and Snail Mail

Halo readers! Lama engga nulis *lagi*. Sekarang tampilan setting-an blogspot udah beda ya hehe. Selamat Natal dan Tahun Baru 2017! Semoga di tahun yang baru kita semua menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Jadi ingat beberapa dekade yang lalu, aku berbagi freebies alias banner gratisan spesial natal. Aku  pingin banget bagi freebies lagi, tapi karena kesibukan di dunia yang semakin nyata ini, jadinya ga bisa
Kali ini, aku mau berbagi kisah (?). Postingan terakhir kemarin, aku udah cerita mengenai bagaimana jadi postcrosser. Menjadi postcrosser merupakan hobi yang sangat menyenangkan, sekaligus menguras biaya. Biaya yang harus ditanggung adalah biaya perangko yang sebenarnya murah. Namun hobi mengirim kartu pos ini sangat membuatku kecanduan, sehingga biaya yang harus ditanggung juga lumayan. Apalagi di Indonesia sendiri engga ada kotak surat yang biasanya ada dijalan-jalan di negara maju lainnya, jadi harus bolak-balik ke kantor pos. 
Saking kecanduannya, aku sekarang menambah hobi mahal lainnya, yaitu Snail Mail Penpals atau biasanya kita sebut dengan sahabat pena. Disini, kita membutuhkan berbagai macam stationery untuk menulis sebuah surat untuk teman pena kita, mulaidari amplop, stiker, dekorasi tape/washitape, dan beberapa hadiah kecil, seperti tea bag atau bookmark. Aku sendiri mendapatkan info mengenai snail mail dari temanku. Oh iya, gambar diatas itu ada beberapa postcard dan salah satu surat yang baru aku dekorasi pakai kertas kado bertema London
Akhirnya di Bulan November 2017 kemarin aku mencari teman pena di instagram dan langsung buat surat untuk mereka. Bakal aku bocorin salah satu isi dari surat-ku untuk teman pena-ku di Finlandia. Aku membuat suratnya dengan modal pas-pasan  (maklum lah anak kos hehe). Ini lah beberapa hal yang kamu perlukan untuk memulai bertukar surat dengan teman pena-mu,diantaranya:

- Amplop dan kertas surat
Bahan yang paling utama dalam menulis surat! Banyak orang memilih untuk membeli seperangkat amplop dan kertasnya atau bahkan membuatnya sendiri atau handmade. Aku sendiri memilih untuk membelinya di salah satu toko langganan anak kos di Yogyakarta Miro*a . Harganya cukup dengan Rp 700/lembar!
- Dekorasi 
Kamu butuh dekorasi untuk mempercantik surat yang akan dikirim ke teman pena-mu. Hal ini bisa dilakukan dengan menempelkan stiker di bagian luar surat. Kalau masalah dekorasi, aku lebih suka membuat-nya sendiri dengan menggambar sesuatu di bagian depan amplop dan menambahkan sedikit washitape yang aku punya(hal ini dilakukan agar menghemat biaya).
- Freebies
Jangan lupa freebies atau hadiah untuk teman pena-mu! Kamu bisa memberikan stiker, pembatas buku, tea bag, atau bahkan washitape (jika kamu ga sayaang washitape-mu).
- Perangko
Ini dia hal yang paling-paling membuat uang-ku habis . Berbeda dengan mengirim kartu pos yang biaya hanya Rp 3.000 (Local dan Asia) - Rp 10.000 (USA). Mengirim surat membutuhkan perangko mulai dari puluhan ribu sesuai dengan destinasi negara dan berat surat-mu. Aku belum hafal harga untuk mengirim surat ke luar negeri karena kemarin aku baru mengirimkan surat ke Benua Eropa saja (sekitar Rp 14.000 untuk surat dengan berat yang paling kecil).

Dan setelah sekian lama, akhirnya hari ini aku mendapatkan balasannya (snail mail pertamaku!). Salah satu teman pena-ku ini berasal dari Finlandia. Aku mendapatkan banyak sekali hadiah-hadiah lucu dari temanku ini
Isi:
- Surat yang dibalut dengan amplop bergambar My Melody
- Stiker yang dibalut dengan amplop Little Twin Stars
- Postcard gambar anjing spesial natal
- 2 Tea bag 
Yang paling aku suka adalah kantung teh-nya! Lucu banget . Aku dapat black tea dengan dua varian rasa aroma, yaitu aroma lemon (kuning) dan blackberry (biru). Merek teh ini adalah Nordqvist Moomin Tea. Kayaknya teh ini berasal dari Finlandia dan packaging-nya lucu banget!
Ga sabar untuk bales suratnya! Aku juga lagi nyari penpal dari Indonesia nih! Aku lagi nyari yang di luar Pulau Jawa hehe. Aku mau mengenal budaya disana. Ada yang berminat?
Oke, sudah sampai disini dulu ya! Sampai jumpa tahun depan. Sepertinya aku akan sangat sibuk semester ini, karena harus nyari tempat magang dan aku belum tahu mau magang dimana . Ada yang tau tempat magang untuk mahasiswa Marketing Communication atau Advertising? Yasudah sekian dulu ya!

Sunday, October 16, 2016

Menjadi Postcrosser

HALO READERS! Udah lama ya aku ga nongol hehe. Semakin semester atas emang semakin sibuk nih . Sekarang aku punya hobi baru nih, yaitu bertukar kartu pos alias postcard swapping. Pertama kali tau hobi tukeran kartu pos ini dari salah satu blog, si penulis blog menceritakan bagaimana ia medapatkan banyak kartu pos dari berbagai negara. Itu lah yang membuatku tertarik untuk menjadi postcrosser. Dengan menjadi postcrosser, aku mendapatkan beberapa kesenangan tersendiri, seperti mendapat kartu pos dan perangko dari berbagai negara, belajar sedikit bahasa negara lain, mendapat teman pena (penpals), dan mendapatkan teman baru di Komunitas Postcrossing Indonesia (KPI).
Tanggal 15 Oktober yang lalu, KPI mengadakan meet up nasional dan beruntungnya acara tersebut diadakan di Yogyakarta jadi tinggal cuss ikutan. Acaranya kemarin di Loop Station belakang Kantor Pos Besar Yogyakarta. Di acara tersebut akhirnya aku ketemu langsung sama anggota KPI yang tadinya cuma bisa lihat mereka lewat profil facebook aja. Aku datang kesana bareng sama salah satu anggota KPI yang ternyata satu kampus. Akhirnya kita berdua dateng kesana naik motor. Sampai disana jam setengah 9 pagi dan ternyata bener dugaan kita...kita kepagian. Pertama ketemu sama salah tiga anggota yang menjadi panitia acara dan dari pada nganggur, akhirnya kita menawarkan diri bantu-bantu. Bantu-bantunya ternyata keasikan sampai kita bantu jaga booth jualan...sampai acara selesai wkwk.
Hobi menjadi postcrosser ternyata adalah hobi yang cukup mahal. Di era yang udah banyak media sosial, banyak orang menanyakan 'kenapa sih masih mau tukeran kartu pos? kan udah ada email". Iya sih, selain harus nunggu kapan katu pos itu sampai ke tempat tujuan, harga perangko juga ga murah. Untuk mengirim kartu pos ke Asia, perangko yang dibutuhkan Rp 7.000, Eropa dan Amerika Rp 10.000 (kata ibu yang bertugas di kantor pos deket kos). Jadi kalau dihitung total pengeluaran:
Kartu pos (Rp 3.000-5.000) + Perangko (Rp 7.000-10.000) = Rp 15.000 per pengiriman
Lumayan kan buat makan sekali (dasar anak kos). Feel yang didapat saat mengirim kartu pos via email dengan langsung pakai perangko itu beda lho! Aku sendiri lebih suka yang langsung pakai perangko karena di kartu pos yang bakal aku kirim itu bisa aku hias sesuai keinginanku.
Jadi postcrosser itu susah-susah gampang. Kita perlu punya stock kartu pos yang banyak untuk bertukar sama orang lain. Kalau di web postcrossing sih gampang, karena kita mengirim dan menerima kartu pos secara random (ga tau siapa orangnya, ga bisa milih kartu pos). Kalau direct swap di instagram itu yang susah. Kadang kita mau kartu posnya si dia, tapi si dia ga mau postcard kita sedih emang.
 Ini beberapa kartu pos yang kalap kubeli dari acara meet up nasional kemarin
Sekian dulu ceritaku tentang postcrossing, yang mau tukeran kartu pos sama aku bisa lho! Cek aja di web postcrossing.com dengan username @myoland atau instagramku @yolandaandya.
See ya!

[c]myoland//2017//Powered by Blogger